Menu IKAPI Jabar
Agenda IKAPI
Halaman
Tulisan Terbaru
Komentar
Statistik
  • Hits: 264469 Kali
  • Jumlah Tulisan: 498
  • Jumlah Komentar: 1319
Konsultasi






Optimized with RankingToday.com
<a href="http://instaforex.com/contest_forex_fastride.php?x=BMAN">InstaForex</a>
Belajar Sejarah dan Budaya Sunda dari Ahlinya di Pesta Buku Bandung
Agenda dan Berita

Museum Sri Baduga merupakan sebuah museum Sejarah dan Budaya Jawa Barat. Di museum ini dipaparkan tentang sejarah perkembangan Bandung dan Jawa Barat sejak jaman purba, jaman kerajaan Hindu, Budha, Islam, sampai jaman penjajahan Belanda.

Dalam acara Pesta Buku Bandung 2012, museum yang dikelola oleh pemerintah provinsi Jawa Barat ini memamerkan lima koleksi benda bersejarah yang mereka miliki, yaitu Prasasti Batu Tulis, Prasasti Kawali II, Naskah Babad Padjadjaran, Naskah Babad Banten, dan Naskah Babad Cirebon. Selain itu selama acara Pesta Buku Bandung, di stand mereka, pihak museum juga akan memaparkan sejarah perkembangan aksara Sunda sejak awal diciptakannya.

Tidak banyak masyarakat yang mengenal dan memahami benda-benda bersejarah ini. Berikut paparan singkat benda-benda yang akan dipamerkan di Pesta Buku tersebut.

Prasasti Batu Tulis.
Prasasti Batutulis digoreskan pada sebuah batu andesit segitiga pipih, hingga sekarang masih terletak ditempat asalnya. Menurut K.F. Holle dan F. De Haan prasasti ini sudah diketahui dan disebutkan di dalam Dag-register dari Kastil Batavia sejak tahun 1690. Prasasti Batu Tulis berangka tahun Saka 1455 (1533 Masehi), di buat pada masa Surawisesa (Ratu Sangiang), putra Sri Baduga (1521-1535). Prasasti tersebut merupakan tanda peringatan untuk Sri Baduga Maharaja yang telah membuat parit pertahanan, gunung-gunungan, mengeraskan jalan dengan batu, membuat (hutan) samida, dan membuat telaga Rena Mahawijaya.

Naskah Babad Banten.
Naskah yang berjudul Babad Banten ini berisi tentang sejarah berdirinya Kerajaan Banten, silsilah raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Banten, bahkan silsilah dimulai dengan adanya Nabi Adam AS. Banten merupakan wilayah kerajaan yang berbentuk kesultanan, yang dipimpin oleh seorang sultan. Selain itu, dalam naskah Babad Banten ini diceritakan pula tentang Sunan Gunung Jati yang telah menurunkan sultan-sultan yang memerintah di Banten, mulai dari Sultan Hasanuddin sampai kepada Sultan Ishak.

Naskah Babad Cirebon.
Isi naskah Babad Cirebon menguraikan cerita tentang lahir dan tumbuhnya Cirebon yang dirintis oleh seorang bernama Walangsungsang atau Cakrabuana, putra dari Prabu Siliwangi, raja kerajaan Pajajaran. Di dalam naskah ini dikisahkan tentang mulainya pengislaman putra-putrib prabu Siliwangi dan penduduk sekitamya yang dilakukan oleh Syeh Nurjati, seorang petapa di bukit Amparan, Cirebon yang berasal mekah. Selain itu, dilukiskan pula cerita perjuangan Syarif Hidayatullah, Susuhunan Jati, dalam mencari hakikat agama Islam.
Babad Cirebon ini bagi masyarakat Sunda pada masa itu dapat dijadikan sebagai sumber dalam budaya berpolitik dengan cara melakukan hubungan diplomatik dengan kesultanan lainnya, hal ini mamapu membina masyarakat dalam menumbuhkan rasa solidaritas dan kerja sama guna mencapai tujuan yang mulia.

Bagi anda yang ingin mengenal dan mempelajari sejarah dan budaya Sunda, silahkan datang ke stand Museum Sri Baduga di acara Pesta Buku Bandung 1 – 7 Pebruari.

Share on Facebook

Comments

Powered by Facebook Comments

Terimakasih atas kunjungan anda ke website ini, yang merupakan Portal Ikatan Penerbit Indonesia Jawa Barat, Pesta Buku Bandung, Pameran Buku Bandung, Pesta Buku Diskon, Bandung Islamic Book Fair, Parade Seni Sunda, dan berbagai informasi lainnya. Portal ini dikelola oleh IKAPI JABAR

Tulis Komentar.