No Picture

Dakwah Bil-Qalam Ustad Aam (Peraih Anugerah IKAPI Jabar “Bandung Islamic Book Fair 2012″)

25 Juni 2012 admin_ikapijabar 0

Ustad Aam

Oleh DHIPA GALUH PURBA

Nama Ustad Aam, selain dikenal sebagai da’i, predikat penulis produktif pun melekat dalam dirinya. Buku-buku hasil karyanya telah menyebar, bersaing di pasar buku, dan hasilnya terbilang memuaskan. Selain itu, ustad kelahiran Bandung, 14 Agustus 1965 ini pun kerap menghiasai media massa. Di dunia maya pun, ada banyak blog dan portal yang memuat tulisan Ustad Aam, sehingga untuk mencari tulisan Ustad Aam tidak sulit. Banyak yang sudah berbentuk buku cetak, serta diminati masyarakat yang haus akan ilmu keislaman.

No Picture

Guru Sebagai Modul, Modal, dan Model

1 April 2011 admin_ikapijabar 2

Oleh ERWAN JUHARA

Dr. Donna Norton, seorang pakar bidang kajian membaca kreatif dari College of Education of Texas A & M University, dalam karyanya yang termashur tentang sastra anak-anak, Through The Eyes of a Child (1983), mengemukakan proses eksperimennya selama 15 tahun tentang bagaimana caranya mengakrabkan sastra di tengah para siswa sekolah dasar dan menengah. “Sastra”, katanya;”hanya akan tetap menjadi sastra apabila disajikan secara utuh sebagai karya sastra, tanpa beban kognitif yang mengada-ada harus dicapai oleh siswa. Adapun tentang guru sastra tak lebih dari seorang penggembala yang mengantarkan ternaknya ke padang rumput yang subur dan hijau, dan biarkan setiap ternak itu untuk memilih jenis rumput yang diminatinya.”

No Picture

Tadabur Buku

6 Maret 2011 admin_ikapijabar 0

Oleh DHIPA GALUH PURBA

Sekali lagi, buku adalah benteng pertahanan ilmu. Mengapa harus ilmu? Sebab pada sisi tertentu, kualitas manusia bisa diukur oleh ilmu yang dimilikinya. Ilmu bisa menjadikan seseorang lebih mulia dari yang lainnya. Dengan ilmu, seseorang bisa memiliki iman, taqwa, dan pandai bersyukur. Kedudukan ilmu itu sangat tinggi. Dan ilmu itu bukan merupakan hasil manusia secara otonom, sebab dalam proses pencariannya ada keterlibatan Tuhan. Akal adalah menjadi semacam jendela atau pintu untuk masuknya ilmu, seperti halnya juga hati untuk menerima pancaran Ilahi. Membaca merupakan salah satu upaya untuk membuka jendela atau pintu manusia dalam proses transper ilmu. Sebab dunia ilmu bukanlah dunia ngomong, tetapi dunia membaca.

No Picture

Menguak Belantara Bacaan

6 Maret 2011 admin_ikapijabar 0

Oleh ENJANG A.S.

Benarkah minat baca di Indonesia—yang pada era Algemeene Middelbare School (AMS) Hindia Belanda, selama belajar di sana siswa diwajibkan membaca 15-25 judul buku sastra—ini kurang? Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 memang budaya baca bangsa Indonesia sangat rendah. Data itu menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada minggu hanya 55,11 %. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22 %, buku cerita 16,72 %, buku pelajaran sekolah 44.28 %, dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 %.

No Picture

Buku Adalah Sumber Daya

6 Maret 2011 admin_ikapijabar 1

Oleh SAFRINA NOORMAN

Sayangnya, pada masa kini bertambah banyak orang yang mengurangi kegiatan membaca buku (printed materials). Banyak orang yang memilih untuk dihibur oleh dan mendapat informasi dari televisi yang kita hadirkan di ruang-ruang keluarga dan kita jadikan sebagai fokus utama kegiatan berkeluarga sehingga perhatian atau kebutuhan akan buku atau membaca terus menurun. Padahal, dibandingkan dengan membaca buku, menonton televisi atau film memiliki potensi untuk membatasi daya imajinasi karena televisi menayangkan imajinasi dalam bentuk gerak visual sehingga para “pembaca”nya atau penonton tidak perlu lagi berimajinasi. “Pembaca” televisi menjadi pembaca yang tidak perlu ataupun berkesempatan untuk berimajinasi karena telah disuguhi dan disuapi imajinasi secara gambling. Oleh karena itu, meningkatnya jumlah keluarga yang mengurangi kegiatan membacanya –bahkan menjadikan televisi pengasuh bagi anak- merupakan proses evolusi pemiskinan imajinasi. Imajinasi, seperti sudah banyak terbukti, merupakan awal dari beragam inovasi dan kemajuan pengetahuan, teknologi juga penajaman rasa kemanusiaan.

No Picture

Mari Menjadi Orang Aneh

28 Februari 2011 admin_ikapijabar 2

Oleh HERMAWAN AKSAN

DI Indonesia, pembaca buku tergolong manusia aneh. Lebih-lebih di zaman Blackberry seperti saat ini. Cobalah hitung, berapa banyak orang yang membaca buku di sekeliling Anda—di ruang tunggu dokter, bandar udara, stasiun, dan terminal, di kafe, di perjalanan dengan bus, kereta api, atau pesawat, bahkan di ruang kelas sekalipun. Bandingkan jumlahnya dengan mereka yang asyik dengan telepon seluler di genggaman: menelepon, mengirim pesan singkat, memainkan game, membuka Facebook atau Tweeter, dan sebagainya.

1 2