Mendidik Anak Cerdas Berbahasa

“Bahasa merupakan sebuah produk dan hasil karya manusia. Indonesia yang multi etnis memiliki bahasa daerah sebanyak 746 bahasa. Selain bahasa daerah masyarakat juga mengenal bahasa nasional (Bahasa Indonesia) dan bahasa global (Bahasa Inggris) yang tidak bisa lepas dari kehidupan sehari-hari,” kalimat ini menjadi kalimat pengantar pada acara Bedah Buku “Bilingualisme (Pembelajaran Bahasa Anak Bilingual)” yang diadakan oleh Panitia Pesta Buku Bandung, 3 Pebruari 2012 . Hj. Rani Siti Fitriani, SS, yang menjadi pembicara pertama pada acara ini, mengkaji masalah bahasa dari segi etika. Menurutnya, generasi muda sekarang ini kurang mengerti nilai-nilai bahasa. Misalnya saja, kata ganti “aku”. Secara etika seharusnya kata ganti ini digunakan hanya pada orang-orang yang sudah akrab dengan pengucap, tetapi anak-anak sekarang sering menggunakan kata ganti itu kepada orang yang lebih tua atau baru dia kenal. Bagi masyarakat Indonesia yang menjunjung nilai-nilai etika, hal ini tentu menjadi sebuah realitas yang cukup memprihatinkan.

Sementara menurut pembicara kedua, Prof. DR. Cece Subarna, yang menjadi masalah dari keanekaragaman bahasa ini adalah ketika masyarakat harus memutuskan bahasa mana yang akan dijadikan sebagai bahasa ibu. Di era sekarang ini, masyarakat kita sudah banyak yang kehilangan identitas bahasa ibunya sendiri, terutama generasi mudanya. Saat berbicara, pengucap cenderung mencampur aduk bahasa yang digunakan.

Acara bedah buku yang banyak dihadiri oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Atas di Bandung ini cukup membuka kesadaran pesertanya untuk berbahasa dengan baik dan benar, yang mana ini menjadi langkah awal untuk melestarikan bahasa itu sendiri.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*