No Picture

Menguak Belantara Bacaan

6 Maret 2011 admin_ikapijabar 0

Oleh ENJANG A.S.

Benarkah minat baca di Indonesia—yang pada era Algemeene Middelbare School (AMS) Hindia Belanda, selama belajar di sana siswa diwajibkan membaca 15-25 judul buku sastra—ini kurang? Dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 memang budaya baca bangsa Indonesia sangat rendah. Data itu menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada minggu hanya 55,11 %. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22 %, buku cerita 16,72 %, buku pelajaran sekolah 44.28 %, dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 %.

No Picture

Buku Adalah Sumber Daya

6 Maret 2011 admin_ikapijabar 1

Oleh SAFRINA NOORMAN

Sayangnya, pada masa kini bertambah banyak orang yang mengurangi kegiatan membaca buku (printed materials). Banyak orang yang memilih untuk dihibur oleh dan mendapat informasi dari televisi yang kita hadirkan di ruang-ruang keluarga dan kita jadikan sebagai fokus utama kegiatan berkeluarga sehingga perhatian atau kebutuhan akan buku atau membaca terus menurun. Padahal, dibandingkan dengan membaca buku, menonton televisi atau film memiliki potensi untuk membatasi daya imajinasi karena televisi menayangkan imajinasi dalam bentuk gerak visual sehingga para “pembaca”nya atau penonton tidak perlu lagi berimajinasi. “Pembaca” televisi menjadi pembaca yang tidak perlu ataupun berkesempatan untuk berimajinasi karena telah disuguhi dan disuapi imajinasi secara gambling. Oleh karena itu, meningkatnya jumlah keluarga yang mengurangi kegiatan membacanya –bahkan menjadikan televisi pengasuh bagi anak- merupakan proses evolusi pemiskinan imajinasi. Imajinasi, seperti sudah banyak terbukti, merupakan awal dari beragam inovasi dan kemajuan pengetahuan, teknologi juga penajaman rasa kemanusiaan.

No Picture

Mari Menjadi Orang Aneh

28 Februari 2011 admin_ikapijabar 2

Oleh HERMAWAN AKSAN

DI Indonesia, pembaca buku tergolong manusia aneh. Lebih-lebih di zaman Blackberry seperti saat ini. Cobalah hitung, berapa banyak orang yang membaca buku di sekeliling Anda—di ruang tunggu dokter, bandar udara, stasiun, dan terminal, di kafe, di perjalanan dengan bus, kereta api, atau pesawat, bahkan di ruang kelas sekalipun. Bandingkan jumlahnya dengan mereka yang asyik dengan telepon seluler di genggaman: menelepon, mengirim pesan singkat, memainkan game, membuka Facebook atau Tweeter, dan sebagainya.

No Picture

Seminar Nasional AGUPENA Jawa Barat

12 Desember 2010 admin_ikapijabar 0

AGUPENA JABAR (ASOSIASI GURU/DOSEN/TENAGA KEPENDIDIKAN, PENULIS/PENGARANG JABAR) akan menggelar seminar nasional  bertajuk “Budaya Takonology  Untuk Dasar Menulis dan Hidup Kreatif”.   Adapun pembicara pada seminar tersebut […]

1 3 4 5 6 7