Ruang Baca Bagi Publik

Oleh Yus Rusyana

Media untuk beroleh informasi begitu banyak dan memberikan kemudahan. Walaupun begitu, tetap saja buku tidak tergantikan fungsinya. Informasi tertulis, mula-mula dalam wujud naskah (manuskrip), kemudian dalam wujud buku, sudah kokoh keberadaannya dalam kehidupan manusia sejak dahulu hingga sekarang.

Kegiatan membaca buku serta hubungannya  dengan keperluan memenuhi kebutuhan hidup, yaitu kebutuhan memperoleh keselamatan, kemanfaatan, dan kenikmatan. Membaca merupakan kegiatan yang menyertai perbuatan lain dalam usaha memenuhi kebutuhan tersebut.

Dengan membaca buku kita mengharapkan menemukan ha-hal yang dapat kita gunakan agar  dapat berbuat dengan lebih baik, yaitu dalam melakukan kegiatan jasmani, pengindraan, rohani, dan kegiatan berbahasa, pada saat memenuhi kebutuhan.

Jelas perlu disediakan buku-buku yang cocok dengan kebutuhan

  • yang bermacam ragam
  • yang bertingkat-tingkat
  • yang berubah-ubah
  • yang membaharu

Perlu pula terus dilakukan usaha oleh kalangan penulis, penerbit, perpustakaan, dan pemerintah untuk mengetahui kebutuhan akan bacaan serta perilaku membaca anggota berbagai kelompok masyarakat serta usaha yang terus maju dalam mendorong dan memberikan kemudahan untuk terjadinya kegiatan membaca.

Salah satu yang perlu menjadi gerakan adalah menyediakan ruang baca bagi umum. Di lingkungan manapun seseorang berada, ia dapat menggunakan waktunya untuk membaca buku.

Oleh karena itu, perlu ditemukan alternatif untuk menyediakan ruang baca yang lebih mudah digunakan orang, di samping perpustakaan yang biasa. Pemerintah daerah dapat mengeluarkan peraturan untuk terlaksananya hal tersebut. Tentulah pihak pengusaha dan masyarakat luas perlu memberikan kerjasamanya.

Kita dapat menyediakan ruang baca dan  bahan bacaan yang layak

–          di pusat perbelanjaan

–          di instansi dinas-dinas

–          di taman

–          di lapang rekreasi

–          di posyandu

–          di bank

–          di kompleks perumahan

–          di terminal

–          di stasiun

Perlu penataan yang lebih baik tentang ruangan, perabotan, dan bahan bacaan yang disediakan. Juga tentang perilaku membaca serta petugas pelayanan.

Penulis adalah Budayawan, Sastrawan, dan Guru Besar UPI Bandung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

*